Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Wakaf: Strategi Umat Islam Menguasai Perekonomian

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُوْدَ وَا لنَّصٰرٰۤى اَوْلِيَآءَ ۘ بَعْضُهُمْ اَوْلِيَآءُ بَعْضٍ ۗ وَمَنْ يَّتَوَلَّهُمْ مِّنْكُمْ فَاِ نَّهٗ مِنْهُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الظّٰلِمِيْنَ

"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin(mu); mereka satu sama lain saling melindungi. Barang siapa di antara kamu yang menjadikan mereka pemimpin, maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim." (QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 51)

Di era milenium ini, banyak terlihat bahwa sumber daya perekonomian dikuasai oleh non-muslim, dari tanah dan alam, modal, dan ketrampilan sehingga non-muslim menjadi pemimpin umat islam sedangkan mereka (non-muslim) tidak memiliki dan menguasai sumber daya perekonomian, seperti:

Tanah

Banyak tanah umat Islam digunakan oleh non-muslim untuk menguasai sektor perdagangan retail dalam bentuk market (supermarket) franchise untuk kebutuhan pokok rumah tangga, misalnya: sabun, susu, beras, gula dan lain-lain;

Modal atau Capital

Banyak modal (capital/uang) umat Islam diserahkan kepada non-muslim untuk dikelola dalam bentuk penyertaan modal, kerjasama atau kongsi pada pembangunan proyek-proyek strategis atau pertambangan yang dikerjakan oleh non-muslim, sementara umat Islam hanya sebagai penonton yang dijanjikan mendapatkan keuntungan atau gaji yang diperoleh melalui cara-cara RIBA.

Keahlian atau profesionalisme

Banyak profesional (keahlian) umat Islam yang digunakan oleh non-muslim untuk memperkuat bisnis non-muslim agar menguasai sektor perekonomian dengan alasan memenangkan persaingan global sementara lawan bisnisnya adalah perusahaan yang dikuasai oleh umat Islam, tetapi profesional (keahlian) umat Islam hanya mendapatkan manfaat yang sangat sedikit bahkan sering tidak mendapatkan manfaat sama sekali, kecuali berupa pembayaran jasa dalam bentuk gaji/salary setiap bulannya.

Penyerahan sumber daya perekonomian dari umat muslim kepada non-muslim, merupakan bentuk penyerahan kepemimpinan atau menjadikan non-muslim sebagai pemimpin umat Islam.Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

لَا يَتَّخِذِ الْمُؤْمِنُوْنَ الْكٰفِرِيْنَ اَوْلِيَآءَ مِنْ دُوْنِ الْمُؤْمِنِيْنَ ۚ وَمَنْ يَّفْعَلْ ذٰلِكَ فَلَيْسَ مِنَ اللّٰهِ فِيْ شَيْءٍ اِلَّاۤ اَنْ تَتَّقُوْا مِنْهُمْ تُقٰٮةً ۗ وَيُحَذِّرُكُمُ اللّٰهُ نَفْسَهٗ ۗ وَاِ لَى اللّٰهِ الْمَصِي

"Janganlah orang-orang beriman menjadikan orang kafir sebagai pemimpin, melainkan orang-orang beriman. Barang siapa berbuat demikian, niscaya dia tidak akan memperoleh apa pun dari Allah, kecuali karena (siasat) menjaga diri dari sesuatu yang kamu takuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu akan diri (siksa)-Nya, dan hanya kepada Allah tempat kembali." (QS. Ali 'Imran 3: Ayat 28)

Strategi Menguasai Perekonomian

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَا عْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْا ۖ وَا ذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ كُنْتُمْ اَعْدَآءً فَاَ لَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَاَ صْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهٖۤ اِخْوَا نًا ۚ وَكُنْتُمْ عَلٰى شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّا رِ فَاَ نْقَذَكُمْ مِّنْهَا ۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَـكُمْ اٰيٰتِهٖ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ

"Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah, Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk." (QS. Ali 'Imran 3: Ayat 103)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan sabda beliau di bawah ini:

الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يَخْذُلُهُ وَلَا يَحْقِرُهُ التَّقْوَى هَاهُنَا وَيُشِيرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وَمَالُهُ وَعِرْضُهُ

“Muslim adalah saudara muslim yang lain, dia tidak boleh menzhaliminya, membiarkannya (dalam kesusahan), dan merendahkannya. Takwa itu di sini, -beliau menunjuk dadanya tiga kali- cukuplah keburukan bagi seseorang, jika dia merendahkan saudaranya seorang muslim. Setiap orang muslim terhadap muslim yang lain haram: darahnya, hartanya, dan kehormatannya.” (HR. Muslim)

Wakaf

Wakaf adalah perbuatan hukum wakif (pihak yang melakukan wakaf) untuk memisahkan dan/atau menyerahkan sebagian harta benda miliknya untuk dimanfaatkan selamanya atau untuk jangka waktu tertentu sesuai dengan kepentingannya guna keperluan ibadah dan/atau kesejahteraan umum sesuai syariah.

Kolaborasi

Kolaborasi adalah proses difusi atau penggabungan dua atau lebih dari sumber daya ekonomi yang dimiliki umat Islam dalam menjalankan sistem perekonomian, seperti para pemilik sumber-sumber daya:

  • Tanah;
  • Modal atau Capital;
  • Keahlian;

Menjadi suatu unit usaha yang menggerakkan perekonomian.

Kolaborasi terbagi menjadi tiga, yaitu:

  • Horizontal, adalah kolaborasi yang dilakukan oleh sumber daya ekonomi sejenis, misalnya tanah pertanian padi dengan jagung;
  • Vertikal, adalah kolaborasi yang terjadi antara sumber daya ekonomi yang saling berhubungan, misalnya tanah pertanian/perkebunan dengan peternakan;

Konglomerat ialah kolaborasi antara berbagai sumber daya ekonomi untuk bisa menghasilkan  berbagai produk yang berbeda-beda dan tidak ada kaitannya, misalnya para pemilik tanah, modal/capital dan tenaga profesional (keahlian).

Tujuannya adalah untuk mencapai pertumbuhan sumber-sumber daya ekonomi dengan cepat dan mendapatkan hasil yang lebih baik.

Kolaborasi Kon Generik

Kolaborasi Kon generik adalah kolaborasi diantara dua atau lebih sumber daya ekonomi yang saling berhubungan, tetapi bukan terhadap produk yang sama. Contoh kolaborasi antara pemilik tanah pertanian/perkebunan dengan pemilik modal/kapital dalam pembiayaan atau pengadaan pupuk, obat-obatan pertanian ataupun mesin pertanian.

Bentuk Kolaborasi Sumber Daya Ekonomi

Bentuk kolaborasi atau penggabungan sumber daya ekonomi di antaranya sebagai berikut:

Kepercayaan

Kepercayaan adalah peleburan beberapa sumber daya menjadi sebuah sumber daya ekonomi yang baru, sehingga diperoleh kekuasaan yang besar dan monopoli. Contoh: Lahan untuk Rumah Potong Hewan merupakan gabungan dari beberapa peternak sapi; atau bisa juga, Lahan untuk penggilingan padi merupakan gabungan dari beberapa petani padi.

Kartel

Kartel adalah bentuk kerja sama antara beberapa sumber daya ekonomi yang bergerak dengan tujuan untuk meningkatkan keuntungan, memperkecil kondisi persaingan, dan memperluas atau menguasai pasar.

Macam-macam kartel yang sering dijumpai antara lain:

  • Kartel wilayah adalah penggabungan yang didasarkan pada perjanjian pembagian wilayah atau daerah penjualan dan pemasaran barangnya
  • Kartel produksi adalah penggabungan yang bertujuan untuk menyelenggarakan produksi bersama secara massal, tetapi masing-masing perusahaan ditetapkan batas jumlah produksi yang diperbolehkan (kuota produksi)
  • Kartel bersyarat atau kartel kondisi adalah penggabungan dengan menetapkan syarat-syarat penjualan, penyerahan barang, dan penetapan kualitas produksiKartel harga adalah penggabungan dengan menetapkan harga minimum dari produk yang dihasilkan masing-masing anggotaKartel pembelian dan penjualan adalah penggabungan untuk pembelian dan penjualan hasil produksi, agar tidak terjadi persaingan.

Holding

Holding adalah pemilik Modal atau Capital yang besar yang menempatkan modalnya pada sebagian sumber daya ekonomi lainnya. Meskipun secara yuridis dikuasai tetap berdiri sendiri namun diatur dan dijalankan sesuai dengan kebijakan pemilik modal yang menguasai.

Concern

Sebenarnya concern sama halnya dengan holding, yaitu menempatkan sebagian besar modal pada beberapa sumber daya ekonomi. Perbedaannya adalah holding sering berbentuk PT, sedangkan concern sering dimiliki perseorangan, yaitu seorang hartawan yang mempunyai modal yang amat besar.

Corner dan Ring

Corner dan ring adalah penggabungan beberapa sumber daya ekonomi yang tujuan mencari keuntungan besar, dengan cara menguasai penawaran barang untuk memperoleh monopoli dan menaikkan harga.

Syndicate

Syndicate adalah kerja sama sementara oleh beberapa sumber daya ekonomi untuk menjual atau mengerjakan suatu proses produksi.

Joint

Joint adalah penggabungan beberapa sumber daya ekonomi untuk mendirikan satu bentuk usaha bersama dengan modal bersama pula, dengan tujuan untuk menggali kekayaan alam dan mendidik tenaga ahli untuk menghasilkan keuntungan yang lebih besar.

Production Sharing

Production sharing adalah kerja sama bagi hasil antara pihak-pihak tertentu.

Waralaba (Franchise)

Waralaba merupakan sistem usaha yang tidak memakai modal sendiri, artinya untuk membuka gerai waralaba cukup menggunakan modal milik investor lain. Seorang franchise (pembeli usaha waralaba) harus memenuhi syarat-syarat khusus yang ditetapkan oleh franchisor (perusahaan waralaba), karena pada franchise akan menggunakan merek yang sama dengan franchisor sehingga harus memiliki standar yang sama. Keuntungan yang diperoleh investor waralaba antara lain terhindar dari biaya trial and error, karena sudah terlebih dahulu dikeluarkan oleh pemilik usaha.

Kunci Keberhasilan Menguasai Perekonomian

Nazhir

Menurut undang-undang nomor 41 tahun 2004 pasal 1 ayat (4) tentang wakaf, yang dimaksud Nazhir yaitu pihak yang menerima harta benda wakaf dari wakif untuk dikelola dan dikembangkan sesuai dengan peruntukannya.

Nazhir bisa perorangan atau badan hukum yang memegang amanat untuk memelihara dan mengurus harta wakaf sesuai dengan wujud dan tujuan wakaf tersebut.

Pada dasarnya, siapapun dapat menjadi Nazhir sepanjang ia bisa melakukan tindakan hukum. Tetapi, karena tugas Nazhir menyangkut harta benda yang manfaatnya harus disampaikan pada pihak yang berhak menerimanya, maka jabatan Nazhir harus diberikan kepada orang yang mampu menjalankan tugas itu.

Ringkasan Job Description Nazhir

Bertanggung jawab untuk keseluruhan arah koordinasi, implementasi, pelaksanaan, pengendalian dan penyelesaian proyek-proyek wakaf tertentu, serta memastikan konsistensinya dengan strategi, komitmen, dan tujuan wakaf;

Merencanakan “Time Schedule” pelaksanaan proyek wakaf sesuai dengan kewajiban dari wakif terhadap harta wakaf. Merencanakan pemakaian bahan dan alat dan implementasi pekerjaan untuk setiap proyek wakaf yang ditangani sesuai dengan volume dan waktu penggunaannya;

Mempertahankan staf dengan merekrut, memilih, mengorientasi, dan melakukan pelatihan karyawan, menjaga lingkungan kerja yang aman, nyaman, dan tertib. Menyelesaikan dan mengevaluasi kinerja staf dengan berkomunikasi, perencanaan, monitoring, dan menilai hasil pekerjaan.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَلَـنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَـوْفِ وَا لْجُـوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَ مْوَا لِ وَا لْاَ نْفُسِ وَا لثَّمَرٰتِ ۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ ۙ

"Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar," (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 155)


Jazakumullah
Setiono Winardi

Posting Komentar untuk "Wakaf: Strategi Umat Islam Menguasai Perekonomian"