Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Review Journal: Establishment of Islamic Capital Market In Maldives


Dalam Islam, investasi merupakan kegiatan muamalah yang sangat dianjurkan, karena dengan berinvestasi harta yang dimiliki menjadi produktif dan juga mendatangkan manfaat bagi orang lain.

Al-Quran dengan tegas melarang aktivitas penimbunan (iktinaz) terhadap harta yang dimiliki (9:33), untuk mengimplementasikan seruan investasi tersebut, maka harus diciptakan suatu sarana untuk berinvestasi. Salah satu bentuk investasi adalah menanamkan hartanya di pasar modal.

Pasar modal pada dasarnya merupakan pasar untuk berbagi intrumen keuangan atau surat-surat berharga jangka panjang yang bisa diperjualbelikan, baik dalam bentuk utang maupun modal sendiri.

Pasar modal merupakan salah satu pilar penting dalam perekonomian dunia saat ini. Banyak industri dan perusahaan yang menggunakan institusi pasar modal sebagai media untuk menyerap investasi dan media untuk memperkuat posisi keuangannya.

Dengan kehadiran pasar modal syariah, memberikan kesempatan bagi kalangan muslim maupun non-muslim yang ingin menginvestasikan dananya sesuai dengan prinsip syariah yang memberikan ketenangan dan keyakinan atas transaksi yang halal.

Dalam tulisan kali ini, penulis mencoba membahas jurnal tentang pembentukan Pasar Modal Islam di negara Maladewa (Maldives), yang mana pada proses pendiriannya terdapat hal-hal diluar dari teori yang seharusnya terjadi.

Overview Journal

JudulEstablishment of Islamic Capital Market In Jurisdictions With Limited Islamic Financial Services Case Study of Maldives
JurnalInternational Journal of Law and Management
PublisherEmerald Publishing Limited
Volume & HalamanVol. 60 No. 2 Halaman 373-385
Tahun2017
PenulisAishath Muneeza
Indeks JurnalScopus Q3
Websitehttps://doi.org/10.1108/IJLMA-12-2016-0146
ReviewerRahmatullah

Tujuan Penelitian

Memahami pembentukan Pasar Modal Islam di Maladewa, negara yang termasuk dalam kepulauan kecil dimana pembentukan Pasar Modal Islam terjadi ketika pada saat itu hanya ada satu perusahaan asuransi bernama takaful dan satu bank Islam yang didirikan

Desain / Metodologi

Makalah ini adalah penelitian eksplorasi hukum yang didasarkan pada tinjauan data primer dan sekunder yang tersedia pada materi pelajaran

Temuan

Diharapkan bahwa makalah ini akan memberikan bantuan dan inspirasi kepada lembaga hukum yang bertujuan untuk menciptakan Pasar Modal Islam dari awal.

Orisinalitas

Perlu dicatat bahwa tidak ada literatur yang tersedia tentang subjek ini tentang Maladewa dan dengan demikian, makalah ini dapat menjadi titik awal untuk melestarikan pengetahuan dibidang ini.

Literatur Review

Dalam pendahuluannya digambarkan bahwa Maladewa termasuk negara kepulau kecil dengan sumber daya terbatas dan penduduknya merupakan 100 persen muslim serta keuangan Islam disana tumbuh dengan cepat.

Proses pembentukan Pasar Modal Islam di negara tersebut dilakukan oleh Capital Market Development Authority (CMDA) sebagai regulator untuk pasar sekuritas dan memiliki wewenang hukum untuk melisensikan pasar sekuritas termasuk broker, dealer, manajer investasi, bursa efek, dan pusat penyimpanan. Secara teori pasar modal syariah baru dapat terbentuk ketika ada industri perbankan syariah dan takaful yang kuat dan stabil, namun pada kenyataannya negara tersebut pada saat pembentukannya hanya memiliki satu bank syariah dan satu lembaga takaful. Sehingga memaksa pertumbuhan penyedia layanan keuangan Islam lainnya, karena telah ada Pasar Modal Islam tersebut.

Berdasarkan data sensus 2014 yang diambil oleh penulisnya, total populasi penduduk lokalnya berjumlah 338.434, negara ini rentan terhadap guncangan ekonomi eksternal, ini dibuktikan dengan terjadinya resesi ekonomi pada tahun 2004 setelah tsunami melanda, meskipun jumlah kematian yang relatif rendah setelah tsunami, namun ekonomi negara tersebut terguncang parah. Penulis menyebutkan bahwa kerusakan sistem keuangan diperkirakan mencapai 62% dari PDB atau sekitar $470 juta ditambah lagi defisit anggaran non tsunami sekitar $80 juta di tahun 2005, ini diakibatkan penurunan dalam pendapatan dari pariwisata akibat bencana tsunami yang melanda akhir tahun 2004.

Namun, pada tahun 2013 negara tersebut mengalami pertumbuhan PDB riil sebesar 3.7 persen, dan meningkat menjadi 8.5 persen pada tahun 2014. Lanjut penulis, sektor keuangan di Maladewa sebagian besar didominasi oleh sektor perbankan yang menyumbang 96 persen dari total aset. Terdapat tujuh bank yang saat ini beroperasi di Maladewa, enam bank komersial konvensial dan satu bank syariah. Sedangkan sektor non-perbankan terdiri dari perusahaan leasing, lembaga pembiayaan perumahan, perusahaan asuransi (termasuk takaful), broker asuransi dan agen, kesemuanya telah dilisensikan, diatur dan diawasi oleh Maldives Monetary Authority (MMA).





Kesimpulan

Melihat fenomena yang terjadi di negara kepulauan Maladewa. Bisa kita ambil kesimpulan bahwa negara tersebut bisa menjadi rekomendasi bagi negara-negara lain untuk penerbitan Pasar Modal Islam. Dalam waktu singkat, Maladewa telah membuktikan dengan terbentuknya Pasar Modal Islam meskipun dengan sumber daya terbatas serta aktivitas perbankan dan takaful juga terbatas. Jika ada kemauan dari pemerintah dan strategi yang tepat maka itu dapat dengan mudah terbentuk.

1 komentar untuk "Review Journal: Establishment of Islamic Capital Market In Maldives"

  1. Dimas Putu Sanjani15 Juni 2020 00.56

    Belajar dari Maldives, pentingnya andil pemerintah dalam penegakan syariat Islam
    trimakasih telah berbagi tulisannya

    BalasHapus